Pabrikasi Perangkat Lunak dengan SPL dan Metode-metode pendukungnya
pada Rabu, Juli 01, 2009, oleh Randy
Software product line (SPL) adalah sebuah manufacturisasi pembuatan dari sebuah perangkat lunak, dimana dalam pembuatan software digunakan konsep reuse dari pembuatan perangkat lunak. Metode SPL sangat baik untuk membuat :
- Sebuah perangkat lunak dimana hampir beberapa requirementnya sama dengan perangkat lunak lain
- Variasi dari sebuah perangkat lunak
- Penerbitan versi lanjutan dari sebuah perangkat lunak.
Metode SPL ini tumbuh berkembang dengan pesat di kalangan developers besar dimana semua ordernya merupakan mass-production yang membutuhkan pengembangan secara besar-besaran dan bertahap. Hal ini menjadi paradigma penting, dimana perusahaan-perusahaan atau software house untuk berusaha untuk meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan resourse dalam membuat sebuah perangkat lunak. SPL juga memungkinkan developers untuk mengerjakan order perangkat lunak yang berskala besar.
Metode-Metode
Metode-metode yang biasanya digunakan dalam software product line adalah Domain Engineering biasanya disebut dengan Product Line Engineering. Dalam metode ini diterangkan bagaimana cara untuk me-reusing knowledge dalam hal pembuatan perangkat lunak. Dalam metode ini developers diminta untuk membuat dari domain (kesamaan dari setiap perangkat lunak / system yang sudah dibuat). Metode Domain Engineering juga didukung oleh Domain Specific Modelling (DSM), yaitu sebuah metodologi rekayasa perangkat lunak dimana lebih pada pemodelan secara grafis di tingkat abstraction, biasanya didukung oleh DSL seperti UML. Dalam konsep ini knowledge yang dapat direuse adalah dari level abstractionnya dan dengan menggunakan/memanfaatkan teknologi code generation dari tools pengembangan perangkat lunak dapat dibuat perangkat lunak hanya dengan mereuse level abstraksinya. Metode Feature Oriented Programming (FOP) atau Feature Oriented Software Development (FOSD), Adalah sebuah paradigma baru dimana pembuatan software dapat menggunakan reuse dari beberapa bagian system/software yang disebut dengan fitur. Fitur ini dipisah-pisah menjadi beberapa entitas yang dapat berdiri sendiri dimana fitur tersebut dapat di extend pada perangkat lunak yang akan dibuat. FOP ini biasanya digunakan pada saat kita menekankan akan variability dari sebuah perangkat lunak. Salah satu contoh dari metodologi dari software product line adalah Alexandria (http://www.theoinf.tu-ilmenau.de/~riebisch/pld/index.html). Alexandria melakukan pendekatan untuk pengembangan perangkat lunak secara efisien dari segi waktu dan biaya dengan menggunakan SPL. Tujuan dari metodologi ini adalah untuk dapat Reusability (membuat perangkat lunak berdasarkan platform asset umum), Flexibility (Pengaturan Configurasi dari Perangkat lunak dengan pemisahan fungsional (feature-Driven Development)), Evolution (melakukan pembuatan perangkat lunak untuk maintainability yang cukup lama menggunakan Model-Driven Development) dan Efficiency (membuat produk dengan resource sedikit mungkin, sedikit pekerja, sedikit biaya dan sedikit waktu) Kesimpulannya SPL digunakan untuk pabrikasi pembuatan perangkat lunak dengan tujuan untuk :



Poskan Komentar